Si Koala Kecil 05 – Koala Kecil dan Papa Koala

Papa sayang Koala Kecil dan Koala Kecil juga sayang Papa.

 

Papa Koala sibuk bekerja setiap hari. Dia tidak selalu mengikuti Koala Kecil kemana saja. Tapi Papa selalu bilang, “Koala Kecil lucu sekali!” sepanjang jalan menuju kerja.

Setiap Papa kembali, Papa sebenarnya sangat lelah untuk meladeni Koala Kecil yang ingin bermanja. Tapi Papa selalu menguatkan diri menggendong dan bercanda demi senyum Koala Kecil yang ia puja.

 

Suatu hari Papa libur bekerja. Papa bersantai sepanjang pagi.

Saat siang Papa siap bermain dengan Koala Kecil.

“Koala Kecil.. main sama Papa yuk!” Seru Papa bersemangat.

Koala Kecil menengok Papa, lalu lanjut bermain lagi.

“Papa kerja saja, Koala Kecil mainnya sama Mama juga tidak apa-apa” jawab Koala Kecil sambil asyik lanjut bermain bersama Mama.
Papa Koala jadi sedih. Tapi ia tidak berkecil hati.
Segera ia ambil boneka tangan kesukaan Koala Kecil. Lalu menghampiri Koala Kecil diam-diam dengan senyum jahil.

“Cilukba! Halo Koala Kecil! Main sama aku yuukk”, Papa mengejutkan Koala Kecil dengan boneka tangannya. Koala Kecil yang terkejut langsung tertawa merajuk.

“Halo temankuuu!!”, seru Koala Kecil. dipeluknya tangan Papa Koala yang terbalut boneka.

Akhirnya Koala Kecil pun asyik bermain dengan Papa Koala.

Papa sayang Koala Kecil dan Koala Kecil juga sayang Papa.

Advertisements

Si Koala Kecil 04 – Koala Kecil dan Mama Koala

Mama sayang Koala Kecil dan Koala Kecil juga sayang Mama.

 

Terkadang Mama dan Koala Kecil tidak bermain bersama. Tidak apa-apa, nanti pasti mereka bisa saling bercengkrama.

 

Terkadang Mama tahu-tahu menghilang dari pandangan. tidak apa-apa, nanti pasti Mama datang dan membuat Koala Kecil merasa nyaman.

 

Terkadang Koala Kecil rindu Mama…. Lalu Mama muncul. Tapi Mama kok sibuk sendiri kesana kemari?

Koala Kecil menangis sambil meminta pelukan Mama, “Mama tidak mau memeluk Koala Kecil lagi kah?”

Kalau sudah begitu Mama Koala buru-buru menggendong Koala Kecil. Tangis Koala Kecil pun berhenti, berganti senyum yang menyenangkan hati.

“Koala Kecil sayang, Mama senang menggendong Koala Kecil. Tapi Mama harus bebersih dulu supaya Koala Kecil tidak kena kuman dari luar rumah”, Mama berkata sambil sesekali mengecup Koala Kecil.

Koala Kecil menempelkan kepalanya pada bahu Mama. Koala Kecil suka bahu Mama. Bau Mama segar karena habis bersih-bersih. Koala kecil merasa nyaman dan penuh kasih.

 

Mama sayang Koala Kecil dan Koala Kecil juga sayang Mama.

Si Koala Kecil 03 – Koala Kecil dan Waktu Tidur

Koala Kecil bermain seharian. Hobinya menggigiti dahan. Lalu berguling-guling serampangan.

 

Akhirnya malam pun datang. Koala kecil diajak Mama dan Papa pulang.

“Mari pulang, anakku sayang. Hari sudah malam, saatnya matamu terpejam. Mari sejenak berhenti bergerak. Pejamkan matamu, istirahat dulu…”

 

Koala kecil menggeleng kencang, tapi matanya bertambah berat. Ia mencoba melawan, tapi rasa kantuk lebih kuat. Nyanyian mama membuatnya menguap. tepukan papa membuatnya terlelap.

“Koala kecil yang manis, selamat tidur…” Mama dan Papa berbisik. Koala kecil mendengkur, sesekali tersenyum seolah tergelitik.

Mimpi yang indah ya anak manis… Besok kita bermain lagi.

Si Koala Kecil 02 – Koala Kecil dan Mama Papanya

Setiap Koala kecil membuka mata, mereka selalu ada. Mereka melihatnya bagaikan permata. Tak pernah jemu mengajaknya bercanda

 

“Ini Mama,” kata yang satu.

“Ini Papa,” kata yang lainnya.

Mama dan Papa, itulah mereka. Artinya apa? Koala kecil terus menerka.

 

Waktu berlalu tidak terasa. Mama dan Papa pun suka menghilang. Koala kecil sudah biasa. sekarang hilang, nanti juga datang.

 

dan datanglah mereka, Mama dan Papa. Koala Kecil sangat bahagia.

“Mama Papa sayang Koala Kecil,” sahut mereka, membuat Koala Kecil ingin memeluk keduanya.

 

Koala Kecil suka digendong Mama dan Papa. Koala Kecil suka bermain dengan Mama dan Papa. Koala Kecil suka tidur dengan Mama dan Papa.

 

Koala Kecil juga sayang Mama dan Papa.

 

 

Si Koala Kecil 01 – Koala Kecil dan Rasa Ingin Tahu

Dalam suatu hutan yang penuh dengan pohon-pohon ekaliptus rindang di sepanjang mata memandang, tinggallah seekor Koala Kecil dengan Mama Papanya.

Koala Kecil belum bisa bicara dan masih punya banyak tanya. Meskipun begitu, Papa dan Mama menyayanginya.

 

Koala Kecil senang membuka matanya lebar-lebar. Melihat kesana-kemari, mencoba mencari tahu. Mama dan Papa melihat Koala Kecil, senyum mereka pun mekar. Mereka sangat senang ketika Koala Kecil nampak bersemangat tentang sesuatu.

 

Terkadang Koala Kecil bingung dan takut dengan keadaan sekitar. Ia menangis mencari rasa aman. Tapi tangis Koala Kecil hanya sebentar. Papa dan Mama selalu siap memberinya kenyamanan.

 

Koala kecil yang ingin tahu, hobinya digendong di bahu. Mata berbinar, penuh hal baru. “Jadi anak yang pintar ya sayang!”, Mama dan Papa berseru.